Setiap sore, aroma masakan Mba Maryati selalu menggoda. Hal inilah yang selalu menggagalkan orang untuk melakukan diet. Mba Maryati adalah seorang ibu dari 2 anak perempuan yang memiliki angkringan (warung makan khas Yogyakarta) di Dukuh Karangmojo, Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Yogyakarta. Dia menjual berbagai jenis makanan seperti kerupuk, berbagai macam gorengan, nasi goreng, mie goreng, ayam goreng dengan berbagai bagian, dan tentunya nasi kucing khas Yogya yang wajib ada di semua angkringan. Selain itu dia juga menjual berbagai jenis minuman seperti jahe, jeruk, dan berbagai jenis kopi saset yang siap seduh.
![]() |
| Mba Mar sibuk melayani pembelinya |
Pengunjung bisa makan langsung di angkringan atau dibawa pulang. Suasana angkringan mulai ramai sejak dagangannya dihidangkan. Bahkan terkadang sebelum itu pengunjung sudah memesan terlebih dahulu. Mba Mar (sebutan akrab Mba Maryati) membuka angkringannya pada pukul 3.30 sore. Dia memulai aktivitasnya di pagi buta, karena dia harus ke pasar untuk berbelanja bahan yang akan dimasaknya, melakukan tugasnya sebagai ibu dan istri untuk mempersiapkan keperluan anak-anaknya dan suaminya, serta mengurus rumah.
Ketika hari berganti menjadi malam, angkringan Mba Mar sangat ramai dukunjungi. Hal ini bertepatan dengan waktu makan malam, namun tidak menutup kemungkinan karena cuaca dingin yang mengakibatkan orang ingin menikmati makanan atau minuman hangat. Selain itu beberapa bapak-bapak juga dating hanya untuk sekedar ngopi dan berbincang dengan pengunjung lain sebagai rekreasi setelah seharian bekerja. Sebelum tengah malam, pada pukul 21.00 biasanya dagangan sudah habis. Pembelinya dari berbagai dusun, seperti bogem, keninten, karangmojo, dan sekiratnya.
Dagangan Mba Mar tidak sepenuhnya buatan dia sendiri. Beberapa jenis kerupuk dibeli di pasar seperti kerupuk bawang dan kerambak. Rempeyek, mie goreng, dan nasi goreng adalah tititpan tetangga. Dia mengakui bahwa hubungan baik dengan tetanga tidak cukup hanya dengan beramah tamah namun juga dilakukan dengan hal yang lebih nyata seperti yang dia lakukan saat ini. Membagi ruang pasar bagi tetangga dianggapnya dapat membuat hubungan antartetangga lebih baik. Mba Mar percaya bahwa rejeki sudah ada yang mengatur, maka dia hanya menjalankan apa yang harus terjadi.





